Waspadai Covid-19 BA.4 dan BA.5, BINDA Sulsel Maksimalkan Vaksinasi di Sidrap

Sidrap, Waspadapos.com – Badan Intelejen Negera Daerah (BINDA) Sulawesi Selatan terus memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di seluruh daerah. Salah satunya di PKM Tanrutedong, Kec. Duapitue, Kab. Sidrap dengan menyasar seluruh kelompok masyarakat.

BINDA Sulsel Koordinator Wilayah Kabupaten Sidrap, Putri mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai strategi dalam melawan penyebaran Covid-19 varian baru atau Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Salah satunya melalui penguatan cakupan vaksinasi dengan terus melakukan vaksinasi kepada masyarakat, termasuk di Kabupaten Sidrap.

Hal tersebut dilakukan guna membantu program pemerintah dalam percepatan pemberian Vaksinasi baik Vaksin 1, 2 dan 3 Boster bagi warga yang belum mendapatkan Vaksinasi.

“Pelaksanaan Vaksin akan berlangsung dari tanggal 19 Juli s.d 14 Agustus 2022 kerjasama Binda Sulsel dengan Dinas kesehatan Kabupaten Sidrap” ungkap Putri

“Saat ini Covid-19 di Indonesia penyebarannya masih ada dan salah satu upaya pencegahan memang hanya 3 cara, yaitu pakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak” tuturnya

Vaksinasi yang digencarkan BINDA Sulsel dengan menggerakkan seluruh kekuatan melalui koordinator di berbagai daerah adalah sebagai bentuk aksi nyata dalam melawan permasalahan Covid-19 yang setiap harinya bermutasi dan menyebabkan munculnya varian baru.

Dengan begitu untuk melawannya maka diperlukan menggencarkan penyuntikan vaksin Covid-19 ke masyarakat. Baik pada dosis pertama, kedua, dan ketiga atau Booster.

“Cara terbaik melawan penyebaran Subvarian Covid-19 masih dengan vaksinasi. Bila sudah divaksin lengkap atau Booster, kita tercegah dari kasus sakit parah, sekaligus menekan kesempatan virus untuk bermutasi lebih jauh,” tegas Putri.

Hadirnya vaksinasi menambah dan melengkapi upaya pencegahan lainnya yang sudah ada sebelumnya, bukan menggantikan selain pencegahan terhadap penularan, hal yang menarik dari vaksin adalah berperan dalam pencegahan terhadap risiko gejala berat maupun kematian bila tertular COVID-19.***

Comment