SELAYAR, WASPADAPOS.COM- Dugaan Penyalahgunaan anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kapitasi dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Kabupaten Kepulauan Selayar diduga jadi sarana lahan basah.
Diketahui, sesungguhnya dengan adanya JKN ini maka seluruh warga Selayar berkesempatan besar untuk memproteksi kesehatan mereka dengan lebih baik.
Sementara untuk Bantuan operasional Kesehatan Puskesmas (BOK) merupakan bantuan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah kabupaten/kota dalam rangka melaksanakan kegiatan yang bersifat promotif dan preventif dalam pencapaian indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) menuju pencapaian target MDGs (Millenium Development Goals) mutlak dicapai.
Demikian hal itu menjadi sorotan di berbagai Pusat Pelayanan Masyarakat di 11 Kecamatan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Dari berbagai informasi yang diterima terkait dugaan penyalahgunaan ini, diantaranya terjadinya pemotongan anggaran setelah para tenaga kesehatan melakukan pencairan.
Menurut pemerhati kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Nur Hamzah mengatakan bagaimana bisa mencapai standar pelayanan kesehatan kalau anggara JKN dan BOK dipreteli oleh oknum.
“Tentu pencapaian target standar pelayanan kesehatan dalam laporannya ke tingkat pusat kemungkinan besar diduga dimanipulasi berdasarkan apa yang dialami masyarakat selayar,” serunya, Kamis (26/12/24).
Ada beberapa pelayanan yang tidak sesuai standar salah satunya adalah pelayanan ketersediaan obat di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Masih banyak masyarakat mengeluh ketersediaan obat di Pelayanan kesehatan, puskesmas dan Rumah sakit yang pada akhirnya masyarakat atau pasien membeli obat di apotik luar.
“Kasian pasiennya, kalau menggunakan uang pribadi dalam mendapatkan pelayanan yang terdaftar sebagai BPJS. Disisi lain pihak oknum diuntungkan dalam anggaran tersebut di satu sisi pasien dirugikan karena mengeluarkan biaya pribadi,. Padahal sudah ada jaminan dari pemerintah baik anggaran maupun pelayanan,” tegas Andi Nur Hamzah.
Ia juga menegaskan terkait dugaan manipulasi data kesehatan dibuktikan pada data profil kesehatan kabupaten Kepulauan Selayar tahun 2022. Dimana data tersebut dalam tabel 2.3 menyampaikan laporan secara online tercantum Kabupaten Sidoarjo dapat dilihat pada tabel 2.3 yakni jumlah sarana farmasi dan perbekalan kesehatan kabupaten Kepulauan Selayar.
“Dalam tabel tersebut dikatakan jumlah apotik di selayar ada 16, industri farmasi jumlahnya 0, Industri tradisional 0, Produksi alat kesehatan 0, Pedagang farmasi 0, Toko obat 0, toko Alkes 1,” ungkap Andi Nur Hamzah.
Dengan itu, kata Pemerhati Kabupaten Kepulauan Selayar meminta pihak Aparat Penegak Hukum untuk ditindak lanjuti.

Comment